Kemen PPPA Gandeng Kemendes PDTT

Samarinda — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengelar Rapat Koordinasi Pokja Daerah #Berjarak melalui Video Conference diikuti 34 provinsi se Indonesia, Selasa (21/4/2020).

Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny R Rosalin mengatakan, 10 Aksi Gerakan Berjarak sudah mencakup upaya pencegahan dan penanganan. Selain itu penting mengetahui kelompok rentan terdampak (KRT). Kelompok Rentan ini adalah yang salah satu anggota keluarganya telah masuk dalam kategori: ODP, PDP, Positif dan meninggal. KRT yaitu anak, perempuan, disabilitas dan lansia.

“Karena dengan memiliki data KRT, maka kita bisa berkontribusi untuk menindaklanjuti kebutuhan spesifik perempuan dan anak,” katanya.

Kemen PPPA juga melakukan kerja sama dengan Kemendes PDTT. Pola kerja sama percepatan penanganan Covid-19 sudah didesentralisasikan kepada daerah, maka koordinasi lintas sektor harus mampu mendorong kolaborasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah dan relawan Desa Lawan Covid-19.

Selain itu, Kemen PPPA melalui Dinas PPPA Kabuaten/Kota diharapkan dapat bergabung dengan GT Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melakukan langkah-langkah seperti, sosialisasi bersama pencegahan dan penanganan, kolaborasi data pandemi Covid-19, pembinaan dan pendampingan kepada Relawan Desa Lawan Covid-19, Integrasi program/kegiatan pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 antara pemerintah daerah kabupaten/kota dengan desa, dan sinkronisasi data penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) dengan bantuan pemerintah dan pemerintah daaerah.

Sehingga seluruh upaya pencegahan dan penanganan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid PPA Noer Adenany mengatakan, 10 Aksi Gerakan Berjarak terus dilakukan.

“Upaya pencegahan dan penanganan telah kami lakukan bersama sesuai dengan Aksi Berjarak dan telah kami himpun dalam matrik Berjarak,” ujarnya.

Kedepan, DKP3A Kaltim terus melakukan10 Aksi Gerakan Berjarak ke masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (dkp3akaltim/rdg)

Radalgram BKKBN Kaltim

Samarinda — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim menggelar Rapat Pengendalian Program dan Evaluasi Anggaran Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim dan Kaltara bersama OPD Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Kaltim dan Kaltara melalui Zoom Meeting, Senin (20/4/2020).

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim M Edi Muin mengatakan, pencapaian peserta KB baru untuk 3 (tiga) kabupaten/kota yakni, Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Bontang dan Kota Balikpapan masih berada dibawah 10%.

“Sehingga diharapkan koordinator wilayah dapat melakukan pembinaan dan memberi dukungan serta melibatkan peran IPeKB dalam rangka meningkatkan capaian target peserta KB baru. Sedangkan untuk capaian MKJP (IUD, Implant, MOW dan MOP) sudah cukup baik,” ujarnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, untuk mengupayakan agar angka drop out dapat di minimalisir ditengah masa pandemi Covid-19 dengan bersinergi antara faskes, bidan, kader dan PKB/PLKB agar terus memantau penggunakan alat kontrasepsi (alkon) oleh akseptor, terutama akseptor yang akan habis masa KB nya;

Distribusi alkon (PIL dan Kondom) untuk peserta KB ulangan selama masa pandemi Covid19 dapat dibantu oleh PKB/PLKB diwilayah masing-masing dibawah supervisi puskesmas/dokter/bidan;

“Selain itu, pelayanan KB MKJP khususnya MOW yang memerlukan tindakan besar dan harus dilakukan di rumah sakit, untuk sementara ditunda, solusi yang diberikan adalah dengan menggunakan kondom/pil,” imbuh Edi.

Masih ada Kabupaten/Kota yang angka Unmet Neednya diatas rata-rata, dan dengan pemetaan pus hamil dapat menjadi salah satu strategi peningkatan capaian pelayanan pasca persalinan;

Di masa pandemi Covid-19 pemberian konseling kepada akseptor dilakukan dengan tata cara pencegahan Covid-19.

Pelayanan Secara Online Tuntaskan Kepemilikan KTP-el

Samarinda — Dari 23 jenis layanan administrasi kependudukan hanya 1 layanan yang belum tuntas yaitu kepemilikan KTP-el. Kebijakan lockdown yang dikeluarkan pemerintah karena Covid-19 harus di manfaatkan untuk menyelesaikan dokumen kependudukan yang berstatus Print Ready Record (PRR), Surat Keterangan (Suket) dan melakukan pelayanan secara online.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, Kabupaten/Kota diharapkan tidak menerbitkan Suket kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti untuk keperluan menikah dan segera dicetak KTP-elnya apabila yang bersangkutan telah berubah statusnya dan telah mengurus Kartu Keluarga baru.

“Selanjutnya, Suket yang telah dicetak KTP-elnya diumumkan melalui media sosial seperti Website, Whatsapp, SMS, dan ditempel daftarnya di Kantor Kelurahan/Desa dan Kecamatan untuk segera diambil ke Kantor Dukcapil atau melalui jasa antar,” ujarnya dalam Video Conference dengan Dinas Kependudukan Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kaltim, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Senin (20/42020).

Zudan juga menjelaskan terkait strategi menghadapi Covid-19 yaitu dengan melakukan pelayanan secara online, menjaga keselamatan, hindari penularan, gunakan alat pengaman diri dan hindari keramaian. Perekaman KTP-el bisa dilakukan sepanjang untuk yang bersifat urgen dan menggunakan standar protokol penanganan Covid-19.

Sementara Kabid Fasilitasi Pelayanan Adminduk Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Iwan Setiawan mengatakan, berdasarkan laporan bulanan Dukcapil se Kaltim per 28 Maret 2020 dari jumlah wajib KTP-el se Kaltim sebesar 2.548.407 jiwa, yang telah melakukan perekaman sebanyak 2.643.658 atau mencapai 103,704%. Tingkat perekaman KTP-el tertinggi ada di Kabupaten PPU sebanyak 123,53%.

“Sedangkan berdasarkan laporan harian per 17 April 2020, stok blangko KTP-el di kabupaten/kota se Kaltim sebanyak 21. 034 keping dan total suket sebanyak 131.719,” imbuhnya.

Pelayanan secara online terus dilakukan Dinas Dukcapil se Kaltim untuk mewujudkan Pelayanan yang membahagiakan masyarakat. (dkp3akaltim/rdg)

KPU Kaltim Lakukan Pemutakhiran Data Pemilih

Samarinda — KPU Kaltim melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020, di Ruang Rapat KPU Kaltim, Jumat (17/4/2020).

Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Adminduk, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Iwan Setiawan mengatakan, KPU Kaltim telah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tahun 2020 periode januari-maret dengan jumlah pemilih sebanyak 125.902 pemilih.

“Rinciannya laki-laki 65.144 pemilih dan perempuan 60.758 pemilih yang tersebar di 4 kecamatan dan 54 kelurahan di kabupaten PPU,” ujarnya.

Pemutakhiran data pemilih, lanjut Iwan, dilakukan karena PPU tidak melaksanakan pemilihan serentak untuk tahun 2020.

Iwan juga menyampaikan, DKP3A Kaltim siap mendukung penyelenggaraan pemilu secara demokrasi di Kaltim. (dkp3akaltim/rdg)

Kekuatan Masyarakat Memutus Corona

Samarinda — Upaya pencegahan untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid 19) ada pada masyarakat dengan komitmen dan disiplin serta kepatuhan untuk terus melaksanakan apa yang dianjurkan pemerintah.

“Kekuatan itu ada pada masyarakat, sehingga mampu memutus rantai penyebaran Covid 19,” Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak pada video conference Penyebaran Covid-19 di Kaltim, Selasa, 14 April 2020.

Kekuatan itu lanjutnya, tergambar dari tekad masyarakat selalu menjaga diri menjaga sesama daripada Covid, caranya tetap melaksanakan social distancing, selalu berada dirumah namun tetap produktif. Kalau terpaksa harus bertemu orang lain tetap jaga jarak.

“Jangan berjabat tangan, jangan berpelukan dan tidak melakukan aktifitas lainnya, terlebih melakukan kontak fisik (interaksi) dengan orang lain,” ucapnya.

Selain itu, menghindari transportasi publik yang tidak perlu, kalaupun harus menggunakan maka jangan di waktu-waktu sibuk (padat banyak orang) ketika bepergian/aktifitas di luar rumah.

“Jangan berkumpul secara massal, terutama dihindari kerumunan di tempat umum,” ujar Andi.

Andi berharap tidak bepergian keluar kota, khususnya ke daerah yang sudah jelas dan ditetapkan merupakan wilayah pandemi atau telah terjadi transmisi lokal, termasuk mudik pulang kampung.

Menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan pakai sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol/hand sanitazer.

Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atau tissu (langsung buang ke tempat sampah).

Selanjutnya paling penting adalah menggunakan masker, terutama saat berada diluar rumah dan kerumunan banyak orang. Penggunaan masker ini merupakan bagian strategi yang konprehensif dalam mencegah tertular.

“Jangan saat memakai masker kita merasa aman, karena masker menjadi bagian melindungi diri. Namun tetap jaga jarak saat bertemu orang lain, social distancing,” harap Andi.

Sementara perkembangan terakhir Covid 19 di Kaltim per 14 April 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada penambahan 84 orang, sehingga total 5.508 orang, selesai pemantauan 138 orang (total selesai 4.016 orang), masih dalam pemantauan 4.492 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tambahan 7 orang (total 276 orang). ?asus negatif dan terkonfirmasi positif tidak ada penambahan, sehingga negatif tetap 148 kasus dan positif 35 kasua serta dalam proses 93 orang, sembuh enam orang dan meninggal dunia satu orang.(humasprovkaltim)

Terkonfirmasi Positif Didominasi Laki- Laki

Samarinda — Pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid 19l di Kalimantan Timur dari 35 kasus sebagian besar didominasi laki-laki atau sekitar 60 persen dan sisanya (40 persen) pada kelompok wanita.

Angka tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak pada video conference Penyebaran Covid-19 di Kaltim, Selasa, 14 April 2020.

Selain itu, sebagian besar kasus yang terjadi atau 89 persen berkaitan dengan import case (kasus dari luar Kaltim) dan sekitar empat kasus (11 persen) lokal.

“Kasus import ini terjadi infeksi akibat adanya kegiatan pertemuan atau aktifitas melibatkan banyak orang. Sedangkan kasus lokal akibat kontak erat  dengan yang bersangkutan (terkonfirmasi Covid 19),” jelas Andi Ishak.

Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini menyebutkan dalam kasus terkonfirmasi terdapat enam orang dalam usia rentan (55 tahun), sehingga terkonfirmasi lambat sembuh sebab ditambah penyakit bawaan yang tidak menular namun memberatkan kondisi pasien.

“Rata-rata kondisi terkonfirmasi stabil. Tidak ada keluhan dan menunjukkan kearah yang membaik bahkan pulih kesehatannya. Kami terus melakukan upaya penyembuhan bagi terkonfirmasi,” ungkap Andi.

Andi mengakui bebarapa tahapan harus dilalui seorang terkonfirmasi. Seperti dua kali berturut-turut dinyatakan hasil negatif setelah dilakukan pemeriksaan rutin.

“Sesuai protokol penanganan Covid 19, dinyatakan sembuh apabila dua kali berturut-turut negatif hasil pemeriksaan,” ujar Andi.

Sementara perkembangan terakhir Covid 19 di Kaltim per 14 April 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada penambahan 84 orang, sehingga total 5.508 orang, selesai pemantauan 138 orang (total selesai 4.016 orang), masih dalam pemantauan 4.492 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tambahan 7 orang (total 276 orang). ?asus negatif dan terkonfirmasi positif tidak ada penambahan, sehingga negatif tetap 148 dan positif 35 serta dalam proses 93 orang, sembuh enam orang dan meninggal dunia satu orang. (humasprovkaltim)

Peran Puspaga Sangat Ekstra Diperlukan

Samarinda — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menngelar Rakor Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Se-Indonesia diikuti 115 puspaga, Selasa (14/4/2020).

Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny R Rosalin mengatakan, saat ini di Indonesia telah terdapat 132 Puspaga. 114 Puspaga masih melakukan pelayanan meskipun secara online, dan 18 Puspaga belum terkonfirmasi.

“Peran psikolog-konselor Puspaga sangat ekstra diperlukam dalam kondisi pandemi Covid-19 untuk tetap melakukan edukasi ke masyarakat secara berjejaring baik dengan Forum Anak, PATBM, Satgas PPA maupun LM yang ada di wilayah masing-masing dan juga melakukan pendampingan kepada kelompok rentan terdampak (KRT),” ujarnya.

Lenny malanjutkan, peran Puspaga pada masa pandemic Covid-19 dapat berupa membuat KIE terkait Covid-19, seperti bahaya Covid-19, pencegahan, PHBS, dan lainnya secara cetak dan online. Menyebarluaskan KIE cetak di tempat umum (pasar, sarana ibadah, dan lainnya), KIE online melalui media sosial atau TV dan radio.

“Selanjutnya, melakukan layanan psikologi (konseling dan konsultasi) dan pemantauan keluarga secara online dan langsung, jika memungkinkan, juga mengedukasi orang tua untuk menciptakan lingkungan Rumah Ramah Anak, memosisikan diri sebagai sahabat anak dan sahabat keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, bekerja sama dengan berjejaring untuk penyebaran informasi, membantu akses terhadap layanan masyarakat (rujukan) Melakukan layanan bagi kelompok rentan yang terdampak Covid-19 (ODP, PDP, Positif, dan Meninggal), yang terdapat di keluarga; terutama perempuan dan anak, termasuk lansia dan disabilitas.

Ketua Puspaga Kaltim Ruhui Rahayu Noer Adenany mengatakan, timnya telah melakukan beberapa upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Layanan Konseling juga tetap secara online.

“Kedepan, akan terus kami tingkatkan baik edukasi melaui media sosial atau cetak dan layanan koseling. Sedangkan untuk penanganan terus kami lakukan pada keluarga yang terdampak Covid-19,” katanya.

Hadir sebagai moderator Asdep Pengasuhan dan Lingkungan Alternatif Rohika Kurniadi Sari, Perwakilan KPAI Pusat Yossi, Bappenas RI Utami, Yayasan Save The Children Bapak Tata, Staf Khusus Presiden Sylvana Maria Apituley.

Rakor ini juga dihadiri Puspaga Kaltim, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Berau. (dkp3akaltim/rdg)

 

Rakor Pokja Berjarak

Samarinda — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menngelar Rapat Koordinasi Pokja Daerah #Berjarak melalui Video Confrence diikuti 34 provinsi se Indonesia, Selasa (14/4/2020).

Sekretaris Kemen PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, rakor ini sebagai upaya tindak lanjut Gerakan Berjarak untuk meningkatkan perlindungan perempuan, anak dan keluarga dari penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Penyebaran virus Corona di Indonesia yang cenderung terus meningkat, menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang besar, dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi perempuan dan anak adalah kelompok rentan yang terdampak paparan Covid-19 baik aspek kesehatan, sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny R Rosalin menyampaikan, 10 Aksi Gerakan Berjarak sudah mencakup upaya pencegahan dan penanganan. Selain itu penting mengetahui kelompok rentan terdampak (KRT).

“Karena dengan memiliki data KRT, maka kita bisa berkontribusi untuk menindaklanjuti kebutuhan spesifik perempuan dana anak,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad mengatakan, telah mendapatkan data terpilah dari Sekretaris GT Pencegahan Covid-19 Kaltim. Berdasarkan data per 12 April 2020, PDP anak sebanyak 34 orang, laki-laki 21 orang dan perempuan 13 orang.

“Kemudian dewasa 139 orang, laki-laki 81 dan perempuan 58 orang. Lansia ada 72 orang, laki-laki 42 dan perempuan 30 orang,  dan manula ada 13 dengan rincian  laki-laki 9 orang dan  perempuan 4 orang,” ujarnya.

Halda melanjutkan, untuk pasien yang positif di Kaltim berjumlah 35 orang dengan rincian 3 anak  laki-laki. Dewasa 18 orang, perempuan 8 orang dan laki-laki 10 orang. Lansia sebanyak 13 orang, laki-laki 8 orang dan perempuan 5 orang. Sedangkan manula 1 orang perempuan.

Ia menyampaikan, menindaklanjuti surat Kemendes PDTT, dari 844 desa di Kaltim, Pemprov Kaltim telah menyiapkan dana desa untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 13,9 Triliun. Kemudian pembetukan tim desa untuk relawan sudah dibentuk di 470 desa dan jumlah relawan desanya 14.766 orang.

“Kaltim siap mendukung Gerakan Berjarak, dimana relawan berjarak akan bersinergi dengan beberapa tim yang telah lebih dulu ada misalnya dengan kader-jader desa, Pekerja Sosial Mandiri, Tenaga Kerja Sosial Kemasyarakatan (TKSK), PLKB dan lainnya,” terang Halda.

Kegiatan yang sudah dilakukan antara lain, pendirian pos, pendirian tempat isolasi, penyedian tempat cuci tangan, penyemprotan, pendataan penduduk pendatang, pendataan masyarakat yang rentan sakit dan pengadaan masker bagi warga. Hal ini sudah dilakukan hampir 50%  dari jumlah desa yang ada di Kaltim.

“Kemudian berdasarkan laporan Puspaga Kaltim, telah terjadi stigmatisasi terhadap anak usia 17 tahun yang orang tuanya menjadi PDP seorang buruh harian. Sehingga saat ini hanya ibu dan anak yang berada dirumah. Tim kami akan segera bergerak untuk memberikan bantuan dan dukungan terhadap keluarga tersebut,” katanya. (dkp3akaltim/rdg)

60 Desa Prima Kaltim

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) telah membentuk Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju dan Mandiri) tersebar di kabupaten/kota se Kaltim.

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan, Desa Prima merupakan salah satu program pemberdayaan perempuan dengan sasaran kaum perempuan di wilayah-wilayah yang masuk kategori miskin.

“Desa Prima dibentuk berdasarkan SK Bupati maupun SK Walikota di masing-masing kabupaten dan kota, kecuali Mahakam Ulu. Hingga saat ini ada 60 Desa Prima,” sebut Halda saat video conference Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Senin, (13/4/2020).

Menurut Halda, desa ini sebagai percontohan untuk menanggulangi kemiskinan sekaligus meningkatkan ekonomi perempuan dengan memanfaatkan seluruh potensi di desa melibatkan peran lintas sektor terkait.

Dalam Desa Prima lanjutnya, dibentuk kelompok yang beranggotakan 10 hingga 15 orang bahkan ada 25 orang. Namun, total anggota seluruhnya sekitar 1.000 orang tergabung dalam usaha ultra mikro.

“Kondisi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) saat ini mereka terdampak. Ada yang mengalihkan kegiatannya penjahit masker dan berkebun. Ada pula yang beralih menjadi penjual gorengan. Walaupun ada yang masih tetap menekuni usahanya namun mengurangi produksinya,” jelas Halda.

Khusus pembuat/penjahit masker, ungkap Halda, keterampilan tersebut diperoleh pada pelatihan dan pembinaan yang dilakukan DKP3A pada 2018 lalu.

“Dari beberapa anggota binaan Desa Prima yang kami hubungi, mereka berharap mendapatkan bantuan sembako, modal usaha dan mesin jahit. Selin itu, kedepan kami akan segera berkoordinasi dengan Disperindagkop Kaltim terkait penyaluran bantuan sosial untuk usaha ultra mikro yang terdampak Covid-19,” imbuhnya.

RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub diikuti HM Syahrun, Yusuf, Jumahir Jahidin, Sutomo Jabir, Achmad Reza, Bagus Susetyo, Hj Puji Setyowati, Veridiana Huraq, Ely Hartati Rasyid serta puluhan anggota DPRD Kaltim.

Tampak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riza Indra Riadi, Kepala Disperindagkop UKM Fuad Assadin, Kepala Dinas Sosial Agus Hari Kesuma, Kepala Dispar Sri Wahyuni, Kepala Satpol-PP Gede Yusa serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprov Kaltim.(dkp3akaltim/rdg)

Selalu Jaga Kesehatan Diri

Samarinda — Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak menyampaikan kondisi secara nasional maupun di daerah masih terjadi peningkatan sebaran kasus Covid-19. Untuk itu diperlukan komitmen dan kesepakatan bersama bagaimana senantiasa selalu menjaga diri, khususnya kesehatan.

Andi menyebut perlu disiplin kuat untuk pelaksanaan physical distancing atau menjaga jarak. Terapkan bekerja dari rumah, belajar dirumah dan beribadah dirumah.

Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan cairan antiseptik, terutama sebelum memegang atau menyentuh daerah wajah (mulut, mata, hidung).

“Wajib menggunakan masker ketika beraktifitas diluar rumah karena sangat penting untuk mencegah penularan. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta vitamin C yang cukup. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan terutama untuk melaksanakan imbauan atau anjuran dari pemerintah,” ucap Andi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan ini meminta masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi resiko untuk terpapar virus ini. Karena pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi penyebaran Covid-19, hingga upaya para tenaga medis memberikan perawatan bagi masyarakat yang terpapar agar segera sembuh.

“Masyarakat harus tetap waspada dan jangan panik. Khususnya dalam masa-masa sekarang ini. Tetaplah mengakses sumber informasi yang resmi dari pemerintah. Jangan sampai stress, karena itu akan mempengaruhi imun tubuh yang sangat berperan penting dalam melawan penyebaran virus ini,” pesan Andi.

Kondisi perkembangan terakhir penyebaran Covid-19 di Kaltim hingga Jumat 10 April 2020, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 5.196 orang, terdiri dari 3.170 orang selesai pemantauan dan 2.026 orang dalam proses pemantauan.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 254 orang, dengan rincian hasil negatif 148 orang, terkonfirmasi positif 35 orang dan masih proses menunggu hasil laboratorium 71 orang. Untuk korban sembuh 6 orang dan meninggal dunia satu orang. (humasprovkaltim).