PHI Ke 91, Anjangsana Ke Lapas Perempuan

Tenggarong — Momentum Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 tahun 2019 dimanfaatkan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) beserta gabungan organisasi wanita Kaltim melaksanakan Anjangsana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Samarinda, di Tenggarong, Kamis (26/12/2019)

Ketua TP-PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor mengatakan, kegiatan ini merupakan silaturahmi dalam rangkaian Peringatan Hari ibu ke 91. “Alhamdullilah kunjungan disini mendapat sambutan yang hangat dari kepala Lapas dan warga binaan,” ujarnya

Dengan Peringatan Hari Ibu ini, warga binaan mendapat semangat dan support dari semua ibu-ibu Kaltim, sehingga perempuan di Lapas perempuan bisa membuat kegiatan yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat.

Terkait kunjungan, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda, Sri Astiani merasa senang dan bangga karena gabungan organisasi wanita peduli terhadap warga binaan perempuan..

Asti sapaan akrabnya menjelaskan, terdapat 315 warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda yang terdiri dari 309 narapidana, 6 orang tahanan dan 1 anak bawaan warga binaan berusia 2 bulan.

Dengan adanya kegiatan ini, dirinya juga berharap dapat menjalin kerjasama dalam rangka pemasaran hasil karya warga binaan dan menfasilitasi pembinaan kemandirian serta kepribadian.

Kegiatan ini  juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum Of Undrestanding (MOU) antara Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Dian Family. Selain itu, digelar pula penampilan fashion show, pembacaan puisi dan hasil kerajinan warga binaan. (DKP3AKaltim/rdg)

Menteri Bintang : Semua Perempuan Adalah Pejuang

Semarang — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga pada puncak peringatan Hari Ibu ke – 91 yang dipusatkan di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, menegaskan permasalahan dan kondisi yang dihadapi perempuan dari tahun ke tahun, dan dari generasi ke generasi bisa saja berbeda-beda. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, dari dulu hingga sekarang, semua perempuan adalah pejuang. Pejuang baik di dalam keluarga, ekonomi, dan pendidikan.

Menteri Bintang menambahkan jika dibandingkan dengan dahulu, perempuan tidak memiliki kontrol atas dirinya dan menerima manfaat dari pembangunan. Kondisi saat ini sudah jauh berbeda, meski demikian diakui sampai saat ini masih banyak ditemui ketidakadilan terhadap perempuan di Indonesia.

“Kita akui sampai saat ini masih ditemui ketidakadilan pada perempuan seperti pelabelan, beban ganda, subordinasi, dan marginalisasi baik di masyarakat maupun di dalam keluarga. Hal-hal ini menjadi tugas bersama untuk melawan ketidakadilan bagi perempuan agar nantinya kita bisa membukakan jalan bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Bintang menyatakan Kongres Perempuan Indonesia Pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagai tonggak awal perjuangan kaum perempuan telah membukakan segala jalan bagi perempuan Indonesia ke arah kemajuan. Kongres Perempuan memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk membukakan segala jalan bagi perempuan Indonesia kearah kemajuan untuk menjalankan kewajibannya sebagai Ibu Bangsa.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) , Muhajir Effendi dalam sambutannya menyatakan kaum perempuan memiliki keistimewaan karena sebagai penentu generasi Indonesia masa depan.

“Seribu hari awal kehidupan seseorang ditentukan oleh seorang ibu. Itu sebabnya saat ini pemerintah fokus pada masalah stunting yang menjadi tanggung jawab bersama terutama kaum ibu, karena stunting terjadi sejak sebelum anak dilahirkan. Di Indonesia dari setiap 10 balita terdapat 3 balita yang mengalami stunting,” ungkap Muhajir.

Sementara itu, Kemen PPPA tahun ini memperingati Hari Ibu (PHI) ke-91 dengan mengambil tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.  Tema ini didasari oleh pengertian dan harapan bahwa perempuan memiliki daya ungkit yang besar dalam peningkatan kualitas hidup perempuan, sehingga harapan terwujudnya SDM yang berkualitas dan berdaya saing dapat segera terealisasi. Hal-hal tersebut menjadi fokus Pembangunan PPPA, sesuai dengan visi Presiden dalam mewujudkan pembangunan SDM yang unggul.

Serangkaian kegiatan PHI Tahun 2019 didasarkan pada semangat perjuangan perempuan yang diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan, baik pemerintah, elemen masyarakat, dan juga dunia usaha, dan kelompok masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Bincang Bintang (dialog Menteri Bintang untuk meningkatkan ketrampilan wirausaha di perwakilan Indonesia barat, Tengah dan Timur), SHEnergy Kreasi (dukungan bagi pemanfaatan platform digital marketing dengan mengundang narasumber dari pengusaha startup), Kompetisi Vlog Festival Perempuan Berdaya ( cerita keberhasilan mereka yang didukung oleh keluarga dan lingkungan), Jalan Sehat Keluarga, Ziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Edu Aksi Anak (kampanye pelestarian permainan tradisional dan literasi baca anak), dan  Edu Aksi pada Anak-Anak dan Keluarga yang dilakukan di RPTRA Kalijodo, Nonton Bareng dan Ngobrol Penuh Inspirasi di  Kawasan RPTRA Rawa Badak Jakarta yang dilakukan dengan menyaksikan film “Surga Kecil di Bondowoso” yang bercerita tentang edukasi kepada ibu-ibu di daerah pinggiran dimana dalam keluarga semua, baik ayah, ibu dan anak harus berbagai peran.

Tahun ini Kemen PPPA memberikan penghargaan khusus kepada tiga kepala desa yang memiliki anggaran desa yang responsif gender. Ketiga kepala desa tersebut adalah:

  1. Muhammad Yamani, Kades Swarga Bara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
  2. Pipit Haryanti, Kades Lambangsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
  3. Muhammad Safi Blesia, Kepala Kampung Kwade, Kecamatan Moraid, kabupaten Tambrauw, Propinsi Papua Barat.

Penghargaan diberikan oleh Ibu Wakil Presiden, Wury Ma’ruf Amin yang hadir dalam PHI. Ketiga kepala desa tersebut akan diikutkan dalam sidang tahunan CEDAW (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) yang akan berlangsung bulan Maret mendatang.

Menteri Bintang berharap, akan lebih banyak lagi kepala desa yang memiliki anggaran desa yang responsif gender sehingga makin banyak perempuan mendapatkan hak-haknya hingga di tingkat desa.

PHI Ke – 91 ini selain dihadiri oleh Ibu Wakil Presiden, dan Menko PMK, juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Dr.Terawan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, Gabungan Ibu OASE – Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Jawa Tengah Ganjar, Pranowo dan Walikota se – Jawa Tengah. (publikasidanmediaKemenPPPA/DKP3AKaltim)

PHI Ke 91, Ziarah Di TMP Kesuma Bangsa

Samarinda — Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke 91 Tahun 2019, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim bekerjasama dengan organisasi wanita di Kaltim, melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Samarinda, Jumat pagi (20/12/2019).

Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Wakil Tim Penggerak (TP) PKK Kaltim Erni Makmur Hadi Mulyadi, diikuti peserta upacara melakukan penghormatan dan tabur bunga.

Ketua TP-PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor mengatakan, kegiatan ziarah ini dalam rangka memaknai Hari Ibu, bagaimana bisa merasakan perjuangan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.

“Disini juga ada makam mantan Gubernur Kaltim, Walikota Samarinda, Sekprov Kaltim dan lainnya. Disini kita memaknai bahwa perjuangan itu membutuhkan ketekunan, kerja keras dan tekad yang kuat, agar yang dilakukan bisa diterima dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Timur,” ujarnya..

Selain itu, melalui momentum Hari Ibu, Norbaiti juga berpesan kepada ibu-ibu di seluruh wilayah Kaltim agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas baik sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja.

“Tetap laksanakan tugas dengan kerja keras dan ikhlas, bahwa semua yang dikerjakan itu pasti ada balasan dari Allah SWT,” pesan Norbaiti.

Acara ini di hadiri Ketua TP-PKK Kota Samarinda Puji Setyowati, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, BKOW, DWP, DKP3A Kaltim, IKWI dan beberapa organisasi wanita di Kaltim. (DKP3AKaltim/rdg)

PHI Ke 91, Perempuan Punya Kesempatan Sama Dalam Pembangunan

Samarinda — Lebih dari 200 dari berbagai organisasi perempuan di Kaltim mengenakan kebaya nasional dan daerah, mengikuti upacara dalam rangka puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 Provinsi Kalimantan Timur 2019, di ruang serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/12/2019).

Pelaksana tugas (Plt) Sekprov Kaltim HM Sa’bani bertindak sebagai pembina upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, Sa’bani mengatakan kaum perempuan tidak pernah bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa.


“PHI sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan (agent of change).,” ujarnya.

Tema PHI ke 91 tahun 2019 ini adalah perempuan berdaya, Indonesia maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakuan diskriminatif dan lain-lain.

Kondisi tersebut menurutnya, memerlukan berbagai startegi, keterlibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye atau gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender, her for she menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Ia juga mengungkapkan perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa perempuan mempunyai akses dan memiliki kesempatam yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial dan sebagainnya.

Begitu juga pengasuhan dalam keluarga peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukunh oleh semua pihak.

Kegiatan ini diikuti ibu-ibu dari BKOW Kaltim, PKK Kaltim, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika dan lainnya, Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan  Nonton Bareng (Nobar) film edukasi bertema pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, berjudul “Surga Kecil di Bondowoso” dan “Demi Sebuah Prevensi”. Dilanjutkan dengan Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi), serta seminar tentang pola pengasuhan oleh Azima Subagyo dengan materi Prinsip-Prinsip Pengasuhan di Era Digital dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. (DKP3AKaltim/rdg).

PHI ke-91 Akan Dirangkai Edu Aksi, Nobar dan Ngopi

Samarinda — Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad mengatakan, puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 akan berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, 19 Desember mendatang.

“Dijadwalkan irup oleh Gubernur Kaltim. Selanjutnya, dirangkai dengan Nobar (Nonton Bareng) dan Ngopi (Ngobrol Penuh Insipirasi), lalu dilanjutkan dengan seminar,” ujarnya pada rapat akhir persiapan PHI, di Ruang Rapat Kartini DKP3A Kaltim.

Nobar dan Ngopi, lanjut Halda, akan menyaksikan film edukasi bertema pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilanjutkan dengan ngobrol penuh inspirasi dengan diskusi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan milenial, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat luas.

“Sebelum acara puncak, 18 Desember akan dilaksanakan Edu Aksi untuk siswa. Ini merupakan gerakan sehari mengajar yang dilaksanakan oleh Dinas PPPA Provinsi dan kabupaten/kota untuk para siswa SD, SMP dan SMA. Materi yang disamapaikan adalah pencegahan perkawinan anak dan pencegahan pekerja anak,” imbuh Halda.

Rangkaian PHI akan dilanjutkan pada 20 Desember dengan melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan pada 26 Desember melakukan kunjungan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda di Tenggarong Kabupaten Kutai Kertanegara.

PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. (DKP3AKaltim/rdg)

 

Pembangunan Keluarga Untuk Ciptakan Ketahanan Keluarga

Samarinda — Dalam rangka ketahanan keluarga dan karakteristik keluarga yang kuat untuk menciptakan ketahanan keluarga yang berkualitas, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Penyediaan Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Anak, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Senin (16/12/2019).

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan Nasional dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga.

Keluarga sejahtera merupakan pondasi dasar bagi keutuhan, kekuatan dan keberlanjutan pembangunan. Keluarga yang rentan dan tercerai berai mendorong lemahnya pondasi kehidupan masyarakat.

“Ketahanan keluarga berfungsi sebagai alat untuk mengukur seberapa jauh keluarga telah melaksanakan perannya dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.

Halda menambahakan, keluarga perlu dibina dan dikembangkan kualitasnya agar menjadi keluarga sejahtera serta menjadi sumber daya manusia yang efektif bagi pembangunan Nasional.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyatakan bahwa upaya peningkatan ketahanan kesejahteraan keluarga perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas.

Ia menyampaikan, ada beberapa cara untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas yaitu dengan menggunakan metode ketahanan keluarga. “Metode tersebut mengukur kemampuan keluarga untuk mengelola sumber daya dan masalah yang dihadapi keluarga agar keluarga sejahtera yaitu terpenuhinya kebutuhan seluruh anggota keluarga,” imbuhnya.

Dengan dipahaminya tingkat ketahanan keluarga maka dinamika kehidupan sosial keluarga sebagai salah satu aspek kesejahteraan keluarga juga dapat diukur. Kondisi ketahanan keluarga menjadi gambaran keadaan dan perkembangan pembanginan sosial yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu, upaya peningkatan ketahanan keluarga menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengurangi atau mengatasi berbagai masalah yang menghambat pembangunan Nasional.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari BKKBN Kaltim, Kemenag Kaltim, BPS Kaltim, Dewan Pendidikan Kaltim, Dinas Pendidikan Kaltim, Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dan LM / Organisasi Pemerhati Perempuan dan Anak. Hadir menjadi narasumber yaitu Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh dan Kepala BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli. (DKP3AKaltim/rdg)

Ribuan Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat PHI

Samarinda — Ribuan masyarakat tumpah ruah hadir memeriahkan Jalan Sehat Keluarga dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 Tahun 2019, yang dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (7/12/2019).

Dalam kesempatan ini Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan rasa syukur dan bangga. Karena, hari ini seluruh rakyat Kaltim memperingati Hari Ibu dengan cara berolahraga jalan sehat.

“Tanpa keberadaan ibu-ibu kita tidak akan berhasil hingga saat ini. Mari kita sayangi ibu dan bersyukur atas kasih sayangnya,” ucap Isran Noor.

Dalam kegiatan ini, Gubernur secara pribadi memberikan lima paket hadiah perjalanan ke tanah suci. Hadiah ini diberikan kepada siapa pun dan agama apapun yang mendapatkan undian berupa perjalanan suci baik Mekkah (Muslim), Yerusalem (Kristen) dan Sungai Gangga (Buddha).

Sementara Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono berharap momentum Hari Ibu dapat meningkatkan semangat ibu-ibu untuk terus menjaga dan merawat serta membangun keluarga yang harmonis.

Demikian pula istri Gubernur yang juga Ketua TP PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor berharap ibu-ibu selalu sehat dan sukses, sehingga mampu membina keluarga dengan baik.

Hadir istri Wagub Kaltim Erni Makmur Hadi Mulyadi dan istri Kapolda Kaltim, Ratu Diana Safitri Muktiono, Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi, Asisten Administrasi Umum Fathul Halim, sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Kasrem Kolonel Inf Ruslan Effendi, Dandim 0901 Samarinda Kol Kapelari Tommy Kaloko Utomo dan istri, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Asyad.

Jalan sehat dirangkai pemberian doorprize dengan hadiah utama umroh atau perjalanan suci.(DKP3AKaltim/rdg)

Kaltim Siap Semarakkan PHI Ke-91

Samarinda — Dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke -91 tahun 2019, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim bersama Dinas Kependudukan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim dan OPD terkait akan melaksanakan rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan pertama diawali dengan Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia. Rute gerak jalan tersebut dimulai dari Stadion Madya Sempaja Samarinda arah Jalan Wahid Hasyim I dan putar balik di depan Kampus Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dan Finish kembali ke Stadion Madya Sempaja.

“Hari puncak akan laksanakan pada tanggal 19 Desember yaitu upacara seremoni, dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa dan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Samarinda,” ujar Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad.

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain. Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi,  pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

PHI ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan. (DKP3AKaltim/rdg)

PHI Ke-91, TP PKK Siap Gelar Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia

Samarinda — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim siap menggelar Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke -91 tahun 2019. Gerak jalan rencananya dilaksanakan 7 Desember 2019 diikuti sebanyak 20 ribu peserta dari kabupaten/kota se Kaltim.

“Hari ini kita menggelar rapat persiapan pelaksanaannya dengan menghadirkan semua unsur terkait,” ujar Ketua TP PKK Kaltim, Norbaiti Isran Noor saat memimpin rapat, di Gedung PKK Kaltim, Jumat (29/11).

Rapat dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kaltim, Erni Makmur Hadi Mulyadi, Wakil Ketua II TP PKK Kaltim, Futum Hubaib Aswin, perwakilan Polda Kaltim, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, Dinas Pendidikan Kaltim, Dispora Kaltim, Dinkes Kaltim, Persit, Bhayangkari, Polresta dan lainnya.

Rute gerak jalan tersebut dimulai dari Stadion Madya Sempaja Samarinda arah Jalan Wahid Hasyim I dan putar balik di depan Kampus Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dan Finish kembali ke Stadion Madya Sempaja.

Sebelum gerak jalan diawali senam sajojo bagi semua peserta yang berasal dari semua organisasi wanita termasuk pemprov, polda, kodam, dan unsur pendukung  serta para guru dan pelajar.

Pencanangan HKG PKK KKBPK Kesehatan 2019

Muara Badak — Bupati Kukar Edy Damansyah mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor, membuka acara Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan ke- 47 Tahun 2019 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, berlangsung di Kampung KB Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (22/10/2019).

Bupati Edy Damansyah menyambut baik pencanangan HKG PKK dan KB kesehatan sebagai momentum meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan KB, IVA Test, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), lingkungan bersih dan sehat serta pelayanan kesehatan.

“Pencanangan ini merupakan langkah sinergis lintas stakeholders dalam meningkatkan capaian pembangunan, khususnya program TP PKK di bidang kesehatan dan bidang keluarga berencana melalui pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Bertajuk tema Kita Gerakan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera, Pemerintah mengajak masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK – KKBPK dan layanan kesehatan dalam mendukung tercapainya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Sementara Ketua TP PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor menjelaskan pencanangan ini merupakan rangkaian kegiatan keterpaduan dalam rangka Hari Keluarga, Hari Kesehatan Nasional ( HKN) dan Hari Kesatuan Gerak PKK.

“Diharapkan tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja. Namun harus ada implementasi nyata di masyarakat. Sehingga peran PKK dan KB Kesehatan lebih optimal,” ujarnya.

Hadir Wakil Ketua TP PKK Kaltim Erni Makmur Hadi Mulyadi, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo dan Ketua BKKBN Kaltim Ely Kusnaeli, Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad.

Usai pencanangan, Edy Damansyah bersama Norbaiti Isran Noor dan peserta lainnya meninjau stan pameran, Posko KB serta pemeriksaan IVA Test dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim.