Kaltim Siap Semarakkan PHI Ke-91

Samarinda — Dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke -91 tahun 2019, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim bersama Dinas Kependudukan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim dan OPD terkait akan melaksanakan rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan pertama diawali dengan Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia. Rute gerak jalan tersebut dimulai dari Stadion Madya Sempaja Samarinda arah Jalan Wahid Hasyim I dan putar balik di depan Kampus Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dan Finish kembali ke Stadion Madya Sempaja.

“Hari puncak akan laksanakan pada tanggal 19 Desember yaitu upacara seremoni, dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa dan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Samarinda,” ujar Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad.

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain. Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi,  pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

PHI ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan. (DKP3AKaltim/rdg)

PHI Ke-91, TP PKK Siap Gelar Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia

Samarinda — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim siap menggelar Gerak Jalan Keluarga Sehat dan Bahagia dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke -91 tahun 2019. Gerak jalan rencananya dilaksanakan 7 Desember 2019 diikuti sebanyak 20 ribu peserta dari kabupaten/kota se Kaltim.

“Hari ini kita menggelar rapat persiapan pelaksanaannya dengan menghadirkan semua unsur terkait,” ujar Ketua TP PKK Kaltim, Norbaiti Isran Noor saat memimpin rapat, di Gedung PKK Kaltim, Jumat (29/11).

Rapat dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kaltim, Erni Makmur Hadi Mulyadi, Wakil Ketua II TP PKK Kaltim, Futum Hubaib Aswin, perwakilan Polda Kaltim, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, Dinas Pendidikan Kaltim, Dispora Kaltim, Dinkes Kaltim, Persit, Bhayangkari, Polresta dan lainnya.

Rute gerak jalan tersebut dimulai dari Stadion Madya Sempaja Samarinda arah Jalan Wahid Hasyim I dan putar balik di depan Kampus Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dan Finish kembali ke Stadion Madya Sempaja.

Sebelum gerak jalan diawali senam sajojo bagi semua peserta yang berasal dari semua organisasi wanita termasuk pemprov, polda, kodam, dan unsur pendukung  serta para guru dan pelajar.

Pencanangan HKG PKK KKBPK Kesehatan 2019

Muara Badak — Bupati Kukar Edy Damansyah mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor, membuka acara Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan ke- 47 Tahun 2019 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, berlangsung di Kampung KB Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (22/10/2019).

Bupati Edy Damansyah menyambut baik pencanangan HKG PKK dan KB kesehatan sebagai momentum meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan KB, IVA Test, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), lingkungan bersih dan sehat serta pelayanan kesehatan.

“Pencanangan ini merupakan langkah sinergis lintas stakeholders dalam meningkatkan capaian pembangunan, khususnya program TP PKK di bidang kesehatan dan bidang keluarga berencana melalui pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Bertajuk tema Kita Gerakan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera, Pemerintah mengajak masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK – KKBPK dan layanan kesehatan dalam mendukung tercapainya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Sementara Ketua TP PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor menjelaskan pencanangan ini merupakan rangkaian kegiatan keterpaduan dalam rangka Hari Keluarga, Hari Kesehatan Nasional ( HKN) dan Hari Kesatuan Gerak PKK.

“Diharapkan tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja. Namun harus ada implementasi nyata di masyarakat. Sehingga peran PKK dan KB Kesehatan lebih optimal,” ujarnya.

Hadir Wakil Ketua TP PKK Kaltim Erni Makmur Hadi Mulyadi, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo dan Ketua BKKBN Kaltim Ely Kusnaeli, Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad.

Usai pencanangan, Edy Damansyah bersama Norbaiti Isran Noor dan peserta lainnya meninjau stan pameran, Posko KB serta pemeriksaan IVA Test dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim.

Gubernur : Wujudkan Generasi Berkualitas Melalui Keluarga

Samarinda — Tujuan utama pemerintah menggalakkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan keluarga berkualitas, sehingga ketahanan keluarga, bangsa dan negara terwujud. Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) menjadi pengingat seluruh masyarakat Indonesia pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengatakan Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat menjadi benteng utama dalam ketahanan keluarga bahkan bangsa dan negara. Hal itu diungkapkan saat menjadi keynote speaker pada Peningkatan Kapasitas dan Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Jumat (28/6/2019).

Ia melanjutkan terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dimulai dari lingkup keluarga.

“Di Hari Keluarga Nasional (Harganas) ini,kembali mengingatkan kita semua betapa keluarga menjadi benteng utama ketahanan bangsa. Kita semua berperan mewujudkannya,” kata Isran Noor.

Gubernur berharap seluruh komponen masyarakat dan elemen bangsa benar-benar mendukung program nasional ini (pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga/KKBPK). Tidak terkecuali di Kaltim.

Oleh karena itu, Isran mengingatkan setiap 29 Juni selalu dilaksanakan peringatan Harganas. Dimana tahun ini menjadi peringatan ke XXXVI yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Kita tidak bicara sektor. Tapi bagaimana seluruh pemangku kepentingan terlibat mewujudkan generasi berkualitas melalui keluarga. Sehingga ketahanan bangsa dan negara ini benar-benar terwujud pula,” ujarnya.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad menyampaikan peringatan Harganas XXVI Tahun 2019 yang dipelopori BKKBN mengangkat tema Hari Keluarga, Hari Kita Semua yang dilaksanakan di Kalimantan Selatan, menjadi momen penting bahwa ketahanan keluarga berfungsi sebagai alat untuk mengukur seberapa jauh keluarga telah melaksanakan peran, fungsi tugas-tugas dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya.

Pembangunan Ketahanan Keluarga merupakan upaya koperhensif, berkesinambungan, koordinatif dan optimal secara berkelanjutan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah, pemangu kepentingan terkait dan masyarakat dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga untuk berkembang guna hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan serta kebahagiaan lahir batin. (DKP3AKaltim/rdg)

 

Program Kegiatan DKP3A Kaltim Dalam Aspek Ketahanan Keluarga

Samarinda — Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad menyampaikan, terdapat lima aspek penting dalam pembangunan kependdukan. Pertama, kualitas penduduk meliputi jumlah, struktur dan komposisi penduduk, laju pertumbuhan penduduk, serta persebaran penduduk. Kedua, kualitas penduduk yang berkaitan dengan status kesehatan dan angka kematian, tingkat pendidikan dan angka kemiskinan. Ketiga, mobilitas penduduk meliputi tingkat migrasi yang mempengaruhi persebaran penduduk antar wilayah. Keempat, data dan informasi penduduk. Kelima, penyerasian kebijakan kependudukan melalui pembangunan kependudukan dan KB.

“Sementara Ketahanan keluarga berfungsi sebagai alat untuk mengukur seberapa jauh keluarga telah melaksanakan peran, fungsi tugas-tugas dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.

Pembangunan Ketahanan Keluarga adalah upaya koperhensif, berkesinambungan, koordinatif dan optimal secara berkelanjutan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah, pemangu kepentingan terkait dan masyarakat dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga untuk berkembang guna hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan serta kebahagiaan lahir batin.

DKP3A Kaltim telah mengimplementasikan program kegiatan dalam aspek ketahanan keluarga, diantaranya cluster 1 Legalitas dan Keutuhan Keluarga, telah dilakukan melalui Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan (Fasyanminduk) dengan Pelayanan Penerbitan Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak dan Akta Perkawinan. Cluster 2 Ketahanan Fisik, domain lintas sektor, Badan/Dinas Lembaga terkait khususnya kesehatan. Dan cluster 3-5 Ketahanan Ekonomi, Ketahanan Sosial-Psikologis dan Ketahanan Sosial-Budaya, telah dilakukan melalui Bidang Kesetaraan Gender (KG) dan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB)

“Implementsi program kegiatan Bidang Dalduk dan KB yaitu, ketahanan fisik melalui Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan ketahanan ekonomi melalui Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Keluarga Melalui UPPKS,” imbuh Halda.

Sedangkan implementasi dan promosi program ketahanan keluarga dengan penerbitan surat edaran tahun 2016 yaitu Gerakan Sayang Keluarga bagi ASN.

“Salah satunya, semua ASN Pemrov Kaltim memajang Foto Keluarga di meja kerja atau dinding ruang kerja, melaksanakan Family Gathering bersama seluruh pegawai beserta keluarga, dan menjadikan keluarga sebagai perhatian utama,” katanya

Ia berharap pembangunan ketahanan keluarga dapat mewujudkan keluarga berkualitas yang mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan nasional. (DKP3AKaltim/rdg)

Kaltim Sudah Diatas CPR Nasional

Samarinda — Pengendalian penduduk  dan keluarga berencana adalah salah satu dari 18 Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sesuai dengan Pasal 12 ayat (2) huruf h, UU Nomor 23 tahun 2014 serta Pergub Kaltim Nomor 59 tahun 2016 Tentang Susunan Organisasi Tugas dan Tata Kerja Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (DKP3A) Kaltim.

Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Karo Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto, dalam sambutannya menyampaikan, urusan pengendalian penduduk dan KB mempunyai sub urusan daerah provinsi yaitu pengendalian penduduk (Dalduk), KB dan Keluarga Sejahtera (KS), dan khusus pada pengendalian penduduk memiliki sub urusan Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah Pusat dengan Daerah Provinsi dalam rangka pengendalian kualitas penduduk.

Pada kegiatan Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dengan tema Meningkatnya Prevalensi Peserta KB Aktif Menuju Penguatan Pembangunan Ketahanan Keluarga Yang Siap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/06/2019), Elto mengatakan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 salah satunya adalah meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi (contraceptive prevalence rate) / CPR 66,00%.

“Sedangkan capaian CPR Kaltim per bulan April 2019 sebesar 69,72 %, artinya ada 7 diantara 1 pasangan usia subur (PUS) tahun tersebut sedang memakai suatu cara ber-KB,” ujarnya.

Perbedaan CPR di Kaltim, lanjut Elto, antara kabupaten dan kota hanya mempunyai selisih margin sebesar 3,56 poin, kabupaten = 72,2 dan kota = 68,7. Ini menunjukkan bahwa strategi pendekatan program KB di Kaltim hampir sama kuatnya.

“CPR Kaltim per April 2019 sebesar 71,1%, terdapat kenaikan 0,8 poin dibanding CPR Kaltim per Desember 2018 yaitu sebesar 70,2% dan secara keseluruhan Kaltim sudah diatas dari CPR Nasional,” katanya.

Namun bila dilihat secara kuantitas besaran jumlah kabupaten dan kota yang mempunyai pasangan usia subur dan peserta KB aktif adalah Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) sebanyak 138,454 pasangan usia subur (PUS) dan 102.642 peserta aktif (PA) dengan CPR 74,14%. serta Kota Samarinda sebanyak 145.142 PUS dan 99.033 PA dengan CPR 68,23%.

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat menjadi benteng utama dalam ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas, dengan dasar kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, kemandirian keluarga dan mental spiritual serta nilai-nilai agama. (DKP3AKaltim/rdg)

 

PPU Dan Balikpapan Capai CPR Tertinggi

Samarinda — Untuk meningkatkan pemahaman terkait pengendalian penduduk, Keluarga berencana dan ketahanan keluarga, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar kegiatan Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dengan tema Meningkatnya Prevalensi Peserta KB Aktif Menuju Penguatan Pembangunan Ketahanan Keluarga Yang Siap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/06/2019).

Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Sihabudin mengatakan, program pengendalian penduduk merupakan salah satu strategi dalam menyukseskan pembangunan di Indonesia. Pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 salah satunya adalah meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi (contraceptive prevalence rate) /CPR 66, 00%.

“Kabupaten/kota yang berhasil mencapai CPR tertinggi secara kuantitatif dengan prosentase masing-masing adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 77,48%, dan Kota Balikpapan sebesar 69,11%,” ujarnya.

Namun bila dilihat secara kuantitas besaran jumlah kabupaten dan kota yang mempunyai pasangan usia subur dan peserta KB aktif adalah Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) sebanyak 138,454 pasangan usia subur (PUS) dan 102.642 peserta aktif (PA). “Disusul Kota Samarinda sebanyak 145.142 PUS dan 99.033 PA,” imbuhnya.

Sedangkan pembangunan keluarga adalah upaya koperhensif, koordinatif dan optimal secara berkelanjutan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah, pemangku kepentingan terkait dan masyarakat dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga untuk berkembang guna hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan serta kebahagiaan lahir batin.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat mewujudkan keluarga berencana dalam keselarasan gender dan anak pada aspek pengendalian penduduk.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta terdiri dari organisasi/instansi vertical, OPD Pemprov Kaltim, OPD Kota Samarinda, OPD Pengendalian penduduk dan KB di 10 kabupaten/kota, LM dan Forum Anak.

Sementara narasumber pada kegiatan ini yaitu Dinas KP3A Kaltim, Perwakilan BKKBN Kaltim, DPPKBPPPA Kabupaten Paser, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim. (DKP3AKaltim/rdg)

Pembinaan Remaja Miliki Peran Srategis Dalam Pembangunan Manusia

Samarinda — Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai reproduksi serta faktor yang ada disekitarnya.

Kasi Pengendalian Penduduk Bidang PPKB Syahrul Umar, dalam laporannya pada Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya Di Luar Sekolah, mengatakan dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran yang srategis.

Pertama karena remaja merupakan individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya akan menjadi pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kedua, karena remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga. Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan berkeluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mempu melahitkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Syahrul melanjutkan, berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja perempuan usia 10-14 tahun beresiko meninggal saat hamil dan melahirkan lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan berusia 2-25 tahun. Selain itu beresiko mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kanker leher rahim dan trauma fisik pada organ intim. Perempuan yang hamil dan melahirkan di usia dini juga memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melahirkan anak yang stunting.

“Hasil studi di 55 negara yang berpendapatan menengah dan rendah menunjukkan adanya hubungan antara ibu saat melahirkan dengan angka kejadian stunting, makin muda usia ibu saat melahirkan, makin besar kemungkinannya untuk melahirkan anak yang stunting,” imbuh Syahrul.

Dengan mengajak remaja yang tergabung dalam anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK Remaja dan Mahasiswa di harapkan remaja sadar dan memahami pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/5/2019). Diikuti sebayak 100 peserta terdiri dari PIK Mahasiswa UWGM Samarinda, Unmul Samarinda, Untag Samarinda, UMKT, IAIN Samarinda, Akbid Mahakam Samarinda, perwakilan PLKB, dan PIK remaja jalur masyarakat. Sedangkan narasumber  pada kegiatan ini yaitu Kasubdit Bina Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Kaltim Sitti Mayasari Hamzah, Analis Kesehatan Ibu Dinas Kesehatan Kaltim dr. Ika Gladies Syaferani dan Psikolog Yayasan Sinar Talenta Samarinda Widarwati.  (DKP3AKaltim/rdg)

Bentengi Remaja Dengan Forum Pelayanan KRR

Samarinda — Kondisi remaja saat ini bukan tanpa tantangan, masih ada permasalahan yang mengancam remaja terutama kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Merespon kondisi tersebut, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya Di Luar Sekolah, berlangsung di Aula Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/5/2019).

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid PPKB Sihabudin, dalam sambutannya mengatakan berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia tahun 2000-2025, BPS, Bappenas 2005 bahwa remaja usia 10-24 tahun merupakan kelompok penduduk yang sangat besar jumlahnya, yaitu sekitar 64 juta jiwa atau 28,6% dari 222 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Jumlah yang besar tersebut adalah potensi sekaligus tantangan. Jika dihubungkan dengan Bonus Demografi yang puncaknya akan terjadi antara tahun 2028-2031, remaja saat ini adalah penduduk usia produktif. Artinya mereka adalah calon pelaku pembangunan saat mereka memasuki Bonus Demografi,” ujarnya.

Sihab menambahkan, masalah yang tidak kalah penting yakni pernikahan usia anak. Data DKB Kmendagri per 31 Desember 2018  menunjukkan jumlah anak usia 17 tahun ke bawah yang sudah menikah di Kaltim adalah laki-laki 19 orang dan perempuan 212 orang.

Sehingga berbagai upaya digaungkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi. Untuk pembinaan ketahanan remaja dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja dan orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan pada remaja dilaksanakan dengan mencetak pendidik sebaya dan konselor sebaya yang ditempatkan di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di jalur pendidikan baik sekolah, perguruan tinggi dan pesantren.  Sedangkan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja (parenting) dilaksanakan melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).

Ia berharap dengan kegiatan ini remaja dan kelompok sebaya memahami pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga bagi remaja putra/putri sebagai calon orang tua. “Sehingga remaja dapat membentengi diri terhadap permasalahan seputar kehidupan remaja itu sendiri, selain itu remaja juga bisa menjadi penyebar informasi positif kepada kelompok sebaya,” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti sebayaj 100 peserta terdiri dari PIK Mahasiswa UWGM Samarinda, PIK mahasiswa Unmul Samarinda, PIK mahasiswa Untag Samarinda, PIK mahasswa UMKT, PIK mahasiswa IAIN Samarinda, PIK mahasiswa Akbid Mahakam Samarinda, perwakilan PLKB, dan PIK remaja jalur masyarakat. Sedangkan narasumber  pada kegiatan ini yaitu Perwakilan BKKBN Kaltim, Dinas Kesehatan Kaltim dan Psikolog Yayasan Sinar Talenta Samarinda Widarwati.  (DKP3AKaltim/rdg)