Kaltim Sudah Diatas CPR Nasional

Samarinda — Pengendalian penduduk  dan keluarga berencana adalah salah satu dari 18 Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sesuai dengan Pasal 12 ayat (2) huruf h, UU Nomor 23 tahun 2014 serta Pergub Kaltim Nomor 59 tahun 2016 Tentang Susunan Organisasi Tugas dan Tata Kerja Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (DKP3A) Kaltim.

Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Karo Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto, dalam sambutannya menyampaikan, urusan pengendalian penduduk dan KB mempunyai sub urusan daerah provinsi yaitu pengendalian penduduk (Dalduk), KB dan Keluarga Sejahtera (KS), dan khusus pada pengendalian penduduk memiliki sub urusan Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah Pusat dengan Daerah Provinsi dalam rangka pengendalian kualitas penduduk.

Pada kegiatan Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dengan tema Meningkatnya Prevalensi Peserta KB Aktif Menuju Penguatan Pembangunan Ketahanan Keluarga Yang Siap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/06/2019), Elto mengatakan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 salah satunya adalah meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi (contraceptive prevalence rate) / CPR 66,00%.

“Sedangkan capaian CPR Kaltim per bulan April 2019 sebesar 69,72 %, artinya ada 7 diantara 1 pasangan usia subur (PUS) tahun tersebut sedang memakai suatu cara ber-KB,” ujarnya.

Perbedaan CPR di Kaltim, lanjut Elto, antara kabupaten dan kota hanya mempunyai selisih margin sebesar 3,56 poin, kabupaten = 72,2 dan kota = 68,7. Ini menunjukkan bahwa strategi pendekatan program KB di Kaltim hampir sama kuatnya.

“CPR Kaltim per April 2019 sebesar 71,1%, terdapat kenaikan 0,8 poin dibanding CPR Kaltim per Desember 2018 yaitu sebesar 70,2% dan secara keseluruhan Kaltim sudah diatas dari CPR Nasional,” katanya.

Namun bila dilihat secara kuantitas besaran jumlah kabupaten dan kota yang mempunyai pasangan usia subur dan peserta KB aktif adalah Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) sebanyak 138,454 pasangan usia subur (PUS) dan 102.642 peserta aktif (PA) dengan CPR 74,14%. serta Kota Samarinda sebanyak 145.142 PUS dan 99.033 PA dengan CPR 68,23%.

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat menjadi benteng utama dalam ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas, dengan dasar kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, kemandirian keluarga dan mental spiritual serta nilai-nilai agama. (DKP3AKaltim/rdg)

 

PPU Dan Balikpapan Capai CPR Tertinggi

Samarinda — Untuk meningkatkan pemahaman terkait pengendalian penduduk, Keluarga berencana dan ketahanan keluarga, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar kegiatan Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dengan tema Meningkatnya Prevalensi Peserta KB Aktif Menuju Penguatan Pembangunan Ketahanan Keluarga Yang Siap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/06/2019).

Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Sihabudin mengatakan, program pengendalian penduduk merupakan salah satu strategi dalam menyukseskan pembangunan di Indonesia. Pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 salah satunya adalah meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi (contraceptive prevalence rate) /CPR 66, 00%.

“Kabupaten/kota yang berhasil mencapai CPR tertinggi secara kuantitatif dengan prosentase masing-masing adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 77,48%, dan Kota Balikpapan sebesar 69,11%,” ujarnya.

Namun bila dilihat secara kuantitas besaran jumlah kabupaten dan kota yang mempunyai pasangan usia subur dan peserta KB aktif adalah Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) sebanyak 138,454 pasangan usia subur (PUS) dan 102.642 peserta aktif (PA). “Disusul Kota Samarinda sebanyak 145.142 PUS dan 99.033 PA,” imbuhnya.

Sedangkan pembangunan keluarga adalah upaya koperhensif, koordinatif dan optimal secara berkelanjutan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah, pemangku kepentingan terkait dan masyarakat dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga untuk berkembang guna hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan serta kebahagiaan lahir batin.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat mewujudkan keluarga berencana dalam keselarasan gender dan anak pada aspek pengendalian penduduk.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta terdiri dari organisasi/instansi vertical, OPD Pemprov Kaltim, OPD Kota Samarinda, OPD Pengendalian penduduk dan KB di 10 kabupaten/kota, LM dan Forum Anak.

Sementara narasumber pada kegiatan ini yaitu Dinas KP3A Kaltim, Perwakilan BKKBN Kaltim, DPPKBPPPA Kabupaten Paser, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim. (DKP3AKaltim/rdg)

Pembinaan Remaja Miliki Peran Srategis Dalam Pembangunan Manusia

Samarinda — Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai reproduksi serta faktor yang ada disekitarnya.

Kasi Pengendalian Penduduk Bidang PPKB Syahrul Umar, dalam laporannya pada Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya Di Luar Sekolah, mengatakan dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran yang srategis.

Pertama karena remaja merupakan individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya akan menjadi pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kedua, karena remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga. Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan berkeluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mempu melahitkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Syahrul melanjutkan, berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja perempuan usia 10-14 tahun beresiko meninggal saat hamil dan melahirkan lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan berusia 2-25 tahun. Selain itu beresiko mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kanker leher rahim dan trauma fisik pada organ intim. Perempuan yang hamil dan melahirkan di usia dini juga memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melahirkan anak yang stunting.

“Hasil studi di 55 negara yang berpendapatan menengah dan rendah menunjukkan adanya hubungan antara ibu saat melahirkan dengan angka kejadian stunting, makin muda usia ibu saat melahirkan, makin besar kemungkinannya untuk melahirkan anak yang stunting,” imbuh Syahrul.

Dengan mengajak remaja yang tergabung dalam anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK Remaja dan Mahasiswa di harapkan remaja sadar dan memahami pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/5/2019). Diikuti sebayak 100 peserta terdiri dari PIK Mahasiswa UWGM Samarinda, Unmul Samarinda, Untag Samarinda, UMKT, IAIN Samarinda, Akbid Mahakam Samarinda, perwakilan PLKB, dan PIK remaja jalur masyarakat. Sedangkan narasumber  pada kegiatan ini yaitu Kasubdit Bina Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Kaltim Sitti Mayasari Hamzah, Analis Kesehatan Ibu Dinas Kesehatan Kaltim dr. Ika Gladies Syaferani dan Psikolog Yayasan Sinar Talenta Samarinda Widarwati.  (DKP3AKaltim/rdg)

Bentengi Remaja Dengan Forum Pelayanan KRR

Samarinda — Kondisi remaja saat ini bukan tanpa tantangan, masih ada permasalahan yang mengancam remaja terutama kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Merespon kondisi tersebut, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya Di Luar Sekolah, berlangsung di Aula Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/5/2019).

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid PPKB Sihabudin, dalam sambutannya mengatakan berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia tahun 2000-2025, BPS, Bappenas 2005 bahwa remaja usia 10-24 tahun merupakan kelompok penduduk yang sangat besar jumlahnya, yaitu sekitar 64 juta jiwa atau 28,6% dari 222 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Jumlah yang besar tersebut adalah potensi sekaligus tantangan. Jika dihubungkan dengan Bonus Demografi yang puncaknya akan terjadi antara tahun 2028-2031, remaja saat ini adalah penduduk usia produktif. Artinya mereka adalah calon pelaku pembangunan saat mereka memasuki Bonus Demografi,” ujarnya.

Sihab menambahkan, masalah yang tidak kalah penting yakni pernikahan usia anak. Data DKB Kmendagri per 31 Desember 2018  menunjukkan jumlah anak usia 17 tahun ke bawah yang sudah menikah di Kaltim adalah laki-laki 19 orang dan perempuan 212 orang.

Sehingga berbagai upaya digaungkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi. Untuk pembinaan ketahanan remaja dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja dan orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan pada remaja dilaksanakan dengan mencetak pendidik sebaya dan konselor sebaya yang ditempatkan di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di jalur pendidikan baik sekolah, perguruan tinggi dan pesantren.  Sedangkan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja (parenting) dilaksanakan melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).

Ia berharap dengan kegiatan ini remaja dan kelompok sebaya memahami pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga bagi remaja putra/putri sebagai calon orang tua. “Sehingga remaja dapat membentengi diri terhadap permasalahan seputar kehidupan remaja itu sendiri, selain itu remaja juga bisa menjadi penyebar informasi positif kepada kelompok sebaya,” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti sebayaj 100 peserta terdiri dari PIK Mahasiswa UWGM Samarinda, PIK mahasiswa Unmul Samarinda, PIK mahasiswa Untag Samarinda, PIK mahasswa UMKT, PIK mahasiswa IAIN Samarinda, PIK mahasiswa Akbid Mahakam Samarinda, perwakilan PLKB, dan PIK remaja jalur masyarakat. Sedangkan narasumber  pada kegiatan ini yaitu Perwakilan BKKBN Kaltim, Dinas Kesehatan Kaltim dan Psikolog Yayasan Sinar Talenta Samarinda Widarwati.  (DKP3AKaltim/rdg)