DKP3A Kaltim Tingkatkan Partisipasi Perempuan Kepala Keluarga Di Kaltim

Jakarta — Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kalimantan Timur menempati 18% dari total kepala keluarga atau berjumlah 1.286.470 kepala keluarga. Kelompok PEKKA merupakan kelompok yang cukup rentan mengalani marginalitas, subordinasi, kekerasan seksual, beban ganda, dan pelabelan. Namun disatu sisi kelompok PEKKA merupakan kelompok potensial dalam pemberdayaan perempuan.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita melalui Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Dwi Hartini mengatakan, untuk itu koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) kali ini membahas terkait kelembagaan PEKKA yang terdapat di seluruh kabupaten/kota.

Seperti diketahui bahwa terdapat kesenjangann yang cukup tinggi pada sumbangan pendapaatan perempuan sebagai salah satu komposit  Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kalimantan Timur  yaitu mencapai 24%. Untuk menuju kesetaraan 50% maka terdapat 26% potensi yang harus perjuangkan  dalam  kesetaraan gender bidang ekonomi.

“Tidak ada cara lain, maka kita perlu melakukan berbagai inovasi tentu dengan  memperhatikan berbagai kebijakan terkait. Diantaranya adalah dengan meningkatkan  partisipasi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dalam pembangunan,” ujar Dwi pada kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan PUG Kewenangan Provinsi, berlangsung di Hotel Gren Alia Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Ia beharap hal ini menjadi awal komitmen dalam memenuhi prasyarat PUG tidak saja untuk mempertahankan dan meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) namun juga untuk memperkecil kesenjangan pembangunan berbasis gender di Kalimantan Timur. (dkp3akaltim/rdg)