Tingkatkan IPG dan Kesetaraan Gender Melalui Kewirausahaan Perempuan

By: dela dkp3a
Minggu, 20 Mei 2018
81 pembaca
Samarinda - Pemberdayaan perempuan di Indonesia secara komperhensif tidak hanya datang dari dunia akademis tetapi juga dari pengambil kebijakan, prakstisi dan lembaga masyarakat non-pemerintah (LSM).

Meningkatnya perhatian tersebut datang dari kesadaran bahwa penciptaan kewirausahaan perempuan akan sangat membantu upaya-upaya pemerintah selama ini dalam memerangi kemiskinan, selain itu juga sangat penting sebagai salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial ekonomi.

Di Kaltim penduduk miskin perempuan yang telah diformulasikan dan dipilah oleh Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim sebanyak 3,09 persen dari jumlah penduduk Kaltim sebanyak 3.441.731 jiwa tahun 2016, kemiskinan di desa-desa tertinggal menyebabkan pemerintah selalu berupaya mencari solusi dalam menanggulanginya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad dalam sambutannya pada kegiatan Peningkatan Kewirausahaan Perempuan di Kota Samarinda Dalam Rangka Meningkatkan SDM Perempuan dengan Pelatihan Menjahit Bekerjasama dengan Co Learning Center Nadwaa Holeesa Samarinda, bertempat di Kantor Dinas KP3A Kaltim, Jumat (18/5).

“Ini merupakan kepedulian LM dan pemerintah terhadap warganya terutama perempuan dengan sasaran perempuan sebagai tulang punggung keluarga, ibu rumah tangga, perempuan disabilitas agar dapat berwirausaha sehingga bisa mendiri di bidang ekonomi,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan pelaku usaha baru, meningkatkan Indeks Pembangunan Gender (IPG). “Serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan,” imbuh Halda.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 22 maret sampai dengan 11 mei 2018 atau selama 40 pertemuan berlangsung di workshop Nadwaa Holeesa, Jalan Wahid Hasyim Samarinda diikuti sebanyak 20 peserta, tiga diantaranya merupakan perempuan disabilitas. Tampak hadir pula Anggota DPRD Kaltim Siti Qomariah, Ketua Nadwaa Holeesa Samarinda Murtaja Azizah Khalis, pengajar kegiatan menjahit Fahri dan Mamah Gina. (dkp3a/rdg)