Pendidikan Pemilih Bagi Perempuan, KPPI Dongkrak Partisipasi Pemilu

By: dela dkp3a
Kamis, 07 Jun 2018
89 pembaca
Samarinda – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kaltim menggelar Sosialisasi Pilgub dan Pendidikan Pemilu Bagi Perempuan, bekerjasama dengan KPU Kaltim, berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/6).

Salah satu yang tidak bisa diabaikan bahkan sangat penting dalam proses demokrasi, adalah sejauh mana dukungan masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka pada 27 Juni mendatang. Tingkat partisipasi pemilih harus meningkat, setidaknya sama dengan taget nasional 77,5 persen. Kaltim harus bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Peberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad.

“Presentase tingkat pertisipasi pemilih Kaltim dalam beberapa pemilihan sebelumnya masih rendah. Jika mengacu pada dua pemilihan umum sebelumnya, yaitu Pemilihan Anggota Legislatif 2014, jumlah pemilih sebanyak 2,99 juta orang (masih bergabung dengan Kaltara). Masyarakat yang menggunakan hak suaranya sekitar 2,1 juta pemilih atau 69 persen. Sementara yang tidak memilih atau golput sebanyak 928 ribu orang atau 31 persen,” ujarnya.

Kemudian pada Pilkada 2015, tingkat partisipasi masyarakat Kaltim menurun, hanya 59 persen, dengan jumlah golput sekitar 41 persen dari total pemilih 2,3 juta orang. Dari data tersebut terlihat tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan, sebaliknya jumlah warga yang tidak memilih cenderung meningkat.

“Bahwa keberhasilan Pilkada bukan hanya tanggung jawab KPU, Bawaslu, apparat keamanan dan pemerintah semata, sukses pilkada adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Jumlah pemilih Kaltim mencapai 2,35 juta orang. Dari jumlah itu 44 persen atau sekitar 1 juta pemilih adalah perempuan. Karena itu, kehadiran para tokoh perempuan dalam sosialisasi ini sangat diharapkan dapat membantu menyebarluaskan kampanye tentang pentignya Pilkada dan penggunaan hak pilih.

Sebagai informasi, tiga urutan terbawah untuk partisipasi pemilih pada pilkada 2015 yaitu Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar).

Sementara itu, Ketua DPD KPPI Kaltim SB Yaumid, Sosialisasi Pilgub dan Pendidikan Pemilih Bagi Perempuan menunjukan begitu besarnya semangat perempuan untuk mensukseskan pilgub yang akan kita jalankan dan membuktikan besarnya semangat perempuan kaltim siap berpartisipasi dan berperan sebagai pelopor pemberi refrensi positif agar pemilu sukses dengan hasil maksimal.

“Rendahnya angka keterwakilan perempuan menyebabkan aspirasi perempuan yang tak terakomodir oleh pemerintah. Sehingga akan berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sering kali tidak sensitif dengan isu-isu gender,” katanya.

Karena sangat disadari perempuan adalah yang paling berpotensi memiliki pengaruh besar pada lingkungannya, sudah sepantasnya jika perempuan harus berjalan di garden terdepan.

Tahun ini digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah di Indonesia. Tahun ini pun disebut tahun politik. Di Kaltim sendiri akan digelar pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Sosialisasi Pilgub Pendidikan Pemilih Bagi Perempuan bertema Pilgub Sukses, Kaltim Sejahtera diikuti sedikitnya 200 peserta dengan narasumber dari KPU dan DKP3A Kaltim. (dkp3a/rdg)