Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Masuk Visi Misi Kaltim Berdaulat

By: dela dkp3a
Selasa, 23 Okt 2018
38 pembaca
Samarinda --- Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menyampaikan visi dan misi Kaltim 2018-2023 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kaltim, Senin (22/10). Sidang Paripurna ke-XXX DPRD Kaltim dipimpin Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun didampingi Wakil Ketua Muhammad Samsun, Henry Pailan Tandi Payung dan H Andi Faisal Assegaf serta dihadiri 55 Anggota DPRD. Hadir Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi dan para Asisten, Staf/Tenaga Ahli Gubernur dan para Pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.

Gubernur menyampaikan visi dan misi Kaltim Berdaulat melingkupi seluruh sektor pembangunan daerah. Program-program pembangunan daerah yang masuk dalam visi misi Kaltim Berdaulat merupakan program prioritas dan tidak ada yang dilebihkan ataupun diutamakan. Semua menjadi prioritas dan wajib diwujudkan demi kesejahteraan rakyat serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim.

Isran menjelaskan dalam visi Berani untuk Kaltim yang Berdaulat, ada lima misi yang harus dilakukan oleh pemerintah yakni pertama, berdaulat dalam pembangunan SDM yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

Misi kedua, berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Misi ketiga, berdaulat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kewilayahan. Keempat berdaulat dalan pengelolaan SDM yang berkelanjutan.

“Misi yang terakhir adalah berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik,” kata Isran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, mengatakan bersyukur dalam Visi Misi Gubernur pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kaltim.

“Pada misi pertama, poin delapan yaitu peningkatan kapasitas perempuan, pemuda dan disabilitas. Kemudian pada poin sembilan yaitu peningkatan perlindungan anak. Diharapkan kedepannya dapat meningkatkan peran serta dan partisipasi perempuan juga suara anak Kaltim dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Salah satu tujuan dari pembangunan nasional adalah pembangunan sumber daya manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Telah banyak kemajuan yang dicapai, namun dengan dinamika perubahan global, kualitas manusia Indonesia khususnya Kaltim masih harus mengejar ketertinggalannya dari banyak negara di kawasan regional maupun internasional. (DKP3AKaltim/rdg)