LM Jadi Mitra DKP3A Kaltim Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Perempuan

By: dela dkp3a
Kamis, 26 Apr 2018
60 pembaca
Samarinda – Kesadaran perempuan tentang kesetaraan gender semakin meningkat seiring mereka terus menuntut hak yang sama dengan laki-laki. Memaknai peringatan Hari Kartini pada 21 April, meskipun masih sebatas peragaan dan ceremony, diharapkan emansipasi perempuan lebih ditunjukkan.

Kabid Kesetaraan Gender Dinas Kependudukan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Mahrita saat dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Samarinda, Rabu (25/4), mengatakan berdasarkan data yang ada memang masih terjadi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki. Di Kaltim sendiri Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di peringkat tiga terbaik. Namun Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kaltim berada di urutan tiga terbawah mendekati Papua.

IPG digunakan untuk mengukur pencapaian dimensi dan variabel seperti IPM, tetapi IPG mengungkapkan ketidakadilan pencapaian laki-laki dan perempuan. Sedangkan IDG untuk menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.

“Berbanding terbalik dengan IPM yaitu 3 terbaik. Setelah ditelaah untuk IPG, kesenjangan di Kaltim ada di bidang ekonomi. IDG kesenjangannya terlihat pada posisi perempuan di jabatan publik,” ujarnya.

Hal ini disebabkan indikator penilaiannya dari segi penyumbang pendapatan Kaltim dari sektor migas saja sehingga UMKM dan industri rumahan yang lebih banyak dijalankan perempuan tidak dihitung.

Ia juga mengungkapkan, sebelum pemilu 2014 keterlibatan perempuan dalam dunia politik 15,4 persen. Saat ini posisinya 10,09 persen atau 6 orang perempuan dari 55 orang. Ini artinya terjadi penurunan keterlibatan perempuan.

Upaya kesetaraan gender telah giat dilakukan DKP3A Kaltim melalui kegiatan bidang politik dengan pelatihan melibatkan calon kepala daerah, kelompok dari PPDI, lembaga masyarakat lainnya dan praktisi partai. Sementara untuk lingkup ekonomi, menjadi program prioritas DKP3A Kaltim untuk mendorong peningkatan ekonomi di 10 kabupaten/kota.

DKP3A Kaltim berharap banyak terhadap lembaga pemerhati perempuan dan anak. “Bahwa LM menjadi mitra untuk menjalankan program kami, dan diharapkan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan,” katanya.

Untuk semua perempuan, karena perempuan adalah tuan bagi dirinya sendiri, mari maju bersama. Membangun kesadaran politik dan kemandirian ekonomi perempuan, kita perlu berorganiasi yang menjadi alat perjuangan, untuk membuka wawasan perempuan dan terlibat aktif dalam semua aktifitas kegiatan politik ekonomi social dan budaya.

Khusus perempuan disabilitas mari bangkit karena kita tidak sendiri. Keserataan Gender perlu dimulai terlebih dulu dari lingkungan keluarga.

Selain Mahrita, hadir pula mengisi kursi narasumber yaitu Ketua Umum Naluri Perempuan Setara (Napas) Fransiska, Ketua Umum Perempuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sapariah. Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia. (dkp3a/rdg)