Kajian IPM, IPG dan IDG Untuk Tingkatkan Peran Perempuan Dalam Pembangunan

By: dela dkp3a
Kamis, 13 Des 2018
117 pembaca
Samarinda --- Dalam rangka upaya percepatan peningkatan kesetaraan gender dan peranan perempuan dalam pembangunan di Kaltim yang diukur melalui beberapa indikator antara lain, angka harapan hidup, angka melek huruf, angka sumbangan pendapatan perempuan dan laki-laki, dan beberapa pengukuran lainnya. Sampai tahun 2016 terlihat bahwa posisi perempuan masih sangat rendah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, melalui Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, pada kegiatan Kajian IPM, IPG, dan IDG Provinsi Kaltim sebagai upaya untuk memantau peran perempuan dalam pembangunan Kaltim.

Metodologi penghitungan IPG mengacu pada metodologi baru yang digunakan oleh UNDP tahun 2010 menggambarkan rasio IPM laki-laki dengan IPM perempuan. “IPG adalah bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan, bukan hanya alat dari pembangunan,” ujarnya.

IPM dibentuk oleh 3 dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat ( a long and healthy life ), pengetahuan ( knowledge ) dan standar hidup layak (decent standard of living ).

Sedangkan IDG menunjukkan apakah perempuan dapat secara aktif berperan serta dalam kehidupan ekonomi dan politik. IDG menitikberatkan pada partisipasi, dengan cara mengukur ketimpangan gender di bidang partisipasi politik, pengambilan keputusan (sosial), dan aksesibilitas terhadap sumber daya ekonomi.

“IDG terdiri dari tiga dimensi antara lain, keterwakilan di parlemen dengan indikator persentase anggota parlemen laki-laki dan perempuan, pengambilan keputusan dengan indikator persentase pejabat tinggi, manajer, pekerja profesional dan teknisi laki-laki dan perempuan, dan distribusi pendapatan dengan indokator persentase upah buruh non pertanian disesuaikan antara laki-laki dan perempuan,” katanya.

Sementara berdasarkan data dari BPS Kaltim, untuk posisi IPG provinsi terhadap IPG Nasional 2017 yakni capaian IPG Indonesia tahun 2017 sebesar 90,96 dan Kaltim sebesar 85,62. Terdapat 15 provinsi yang memiliki capaian IPG di atas capaian nasional, 19 provinsi lainnya berada di bawah capaian nasional termasuk Kaltim.

“Sedangkan IPG kabupaten/kota di Kaltim tahun 2017 menunjukkan Balikpapan, Samarinda, Berau, Bontang dan Penajam Paser Utara memiliki capian IPG di atas capaian Kaltim, sisanya berada di bawah capaian Kaltim,” tutur Mahrita.

Untuk capaian IDG Indonesia tahun 2017 sebesar 71,74, Hanya 8 provinsi yang memiliki capian IDG di atas capaian nasional sedangkan sisanya dibawah capaian Nasional termasuk Kaltim. Capaian IDG Kaltim tahun 2017 sebesar 56,64. IDG tertinggi dicapai oleh Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 74,12 sedangkan nilai IDG terendah adalah Kota Bontang sebesar 45,55. (DKP3AKaltim/rdg)