Jumlah DPT Hasil Perbaikan Kaltim Mencapai 2.372.962

By: dela dkp3a
Rabu, 31 Okt 2018
24 pembaca
Samarinda --- Pesta demokrasi di Indonesia akan segera kembali digelar. Menurut Data semester 1 tahun 2017, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) untuk 171 Daerah Pilkada (17 Pilgub, 39 Kota, 115 Kabupaten) telah diserahkan oleh Pemerintah kepada KPU pada tanggal 27 November 2017 sejumlah 160.756.143 terdiri dari laki-Laki 80.608.811, dan perempuan 80.147.332.

Sedangkan DAK2 untuk Pileg telah diserahkan oleh Pemerintah kepada KPU pada tanggal 27 November 2017 sejumlah 261.142.385 terdiri dari laki-laki 132.399.457 dan perempuan 128.742.928.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad pada Bimtek Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dalam Rangka Perbaikan Data Anomali dan Data Ganda DKB Semester I Tahun 2018, berlangsung di Hotel Grand Victoria, Rabu (24/10).

“Sementara untuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) untuk Pileg dan Pilpres Tahun 2019 telah diserahkan oleh Pemerintah kepada KPU pada tanggal 15 Desember 2017 sejumlah 196.545.636 terdiri dari laki-laki 98.657.761 dan perempuan 97.887.875,” ujarnya.

Berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pencermatan Bersama Potensi Data Ganda DPT Pada Pemilu Tahun 2019 dari Parpol dan Bawaslu tanggal 14 September 2018, bahwa jumlah DPT hasil perbaikan Provinsi Kaltim yaitu 2.372.962 terdiri dari laki-laki 1.228.743 dan perempuan 1.144.219.

Halda menjelaskan, basis penyusunan DP4 adalah menggunakan basis data tunggal penduduk dan seoptimal mungkin menghindarkan diri dari data ganda dengan cara, pertama adalah dengan NIK yang sudah tunggal. Yang masuk ke dalam DP4 adalah NIK yang tunggal. Kedua adalah elemen data penduduk. Kemendagri menggunakan 6 elemen yaitu nama, tanggal lahir, tempat lahir, jenis kelamin, nama ibu, dan nama ayah.

“Bila ditemukan empat unsur sama misalnya nama, tanggal lahir, tempat lahir, jenis kelamin sama, belum tentu data tersebut ganda, harus dilakukan penyandingan dengan nama orang tua. Bila nama ibu berbeda berarti datanya berbeda,” imbuh Halda.

Selain itu, dalam menentukan penduduk masuk DP4 adalah perekaman dan kepemilikan KTP-el. Bila ada penduduk elemen datanya berbeda tetapi memiliki kesamaan biometrik maka akan dikeluarkan dari daftar penduduk dan tidak masuk ke dalam DP4.

Yang dimasukkan DP4 hanya hasil perekaman (tunggal) pertama. Data lainnya dengan biometrik yang sama dinonaktifkan dari database penduduk. Dengan demikian, dalam DP4 tidak akan ada NIK yang sama dalam TPS yang sama atau TPS yang berbeda, Data ganda, NIK yang tidak lengkap, Nomor KK yang kosong dan sebagainya. (DKP3AKaltim/rdg)