Forum Anak Jadi Wadah Pembangunan Layak Anak

By: dela dkp3a
Kamis, 12 Jul 2018
38 pembaca
Samarinda - Anak adalah harapan setiap orang tua dan keluarga. Dalam cakupan luas, anak adalah harapan bangsa dan negara bahkan dunia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, menjadi hal yang krusial dan komitmen bersama untuk memenuhi hak-hak anak sebagai manusia serta mewujudkan dunia yang layak bagi anak.

Kasubbid Tumbuh Kembang Anak, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Siti Mahmudah Indah Kurniawati, menuturkan terdapat lima potensi diri yaitu potensi akal, sosial, jasmani, spiritual dan perasaan.

Kehadiran forum anak menjadi hal yang penting ketika anak mulai berani menyuarakan pendapat, keinginan dan kebutuhannya. Forum anak sebagai wadah partisipasi anak juga memiliki andil yang besar dalam pembangunan generasi emas bangsa melalui kegiatan-kegiatan positif dalam mengakhiri kekerasan pada anak yang marak terjadi saat ini, mengembangkan bakat dan minat yang menjadi potensi tiap diri mereka.

“Begitu juga dengan peran aktif mereka dalam mengawal proses perumusan pembangunan yang masih minim dengan melibatkan anak. Padahal, anak juga memiliki peran dalam pembangunan sekecil apapun,” ujar psikolog yang akrab disapa Nia.

Nia menjelaskan, peran komunikasi sangat penting dalam pengembangan Forum Anak. Komunikasi merupakan salah satu hal yang krusial dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya etika komunikasi, dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kesalahpahaman, pertengkaran, perselisihan, dan lain sebagainya.

Komunikasi intinya adalah menyampaikan pesan kepada lawan bicara. “Dan tugas kita adalah bagaimana agar pesan tersebut sampai sesuai dengan keinginan kita. Yang paling penting adalah bicara dengan jelas, agar tidak ada kesalahpahaman,” imbuhnya.

Sedangkan mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi. Tanpa kita berusaha mendengarkan dengan baik, komunikasi yang terjalin tidak akan efektif dan terhambat.

“Dalam berkomunikasi, kita tidak dapat terhindar dari adanya kesalahpahaman. Kesalahpahaman bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya gangguan lingkungan atau ketidakfokusan dalam menyimak. Karena itu, perlu dikonfirmasikan langsung hal yang kurang jelas untuk meluruskan keadaan,” katanya.

Komunikasi bukan hanya tentang bicara atau verbal. Ada juga aspek-aspek komunikasi non-verbal dan justru peranannya jauh lebih besar dibanding komunikasi verbal. Contoh dari komunikasi non-verbal adalah gestur tubuh, mimik wajah, penampilan, tanda baca, dan lain sebagainya.

Dengan begitu Nia berharap, anak dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan jelas serta beretika karena pembangunan yang layak anak dapat dimulai dari forum anak melalui partisipasi anak dalam pembangunan. Forum anak menjadi bukti bahwa menjadi generasi emas adalah praktek baik yang harus dimaksimalkan di tengah tantangan pembangunan. (dkp3a/rdg)