DKP3A Kaltim Usulkan Kampung Lansia

By: dela dkp3a
Senin, 05 Nov 2018
36 pembaca
Samarinda --- Komite III DPD-RI yang dipimpin KH Muslihuddin Abdurrasyid melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kaltim dalam rangka menyerap aspirasi terkait rencana revisi terhadap Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Lanjut Usia (Lansia). Berkenaan dengan itu, Dinas Kepedudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perilindungan Anak (DKP3A) Kaltim mengusulkan agar di Kaltim juga bisa dibentuk Kampung Lansia.

Usulan pendirian Kampung Lansia yang disampaikan Kadis KP3A Halda Arsyad, tentu bukan sekedar usulan, karena pengalaman saat berkunjung ke Kota Surabaya melihat langsung adanya Kampung Lansia, maka tidak ada salahnya diusulkan pendirian Kampung Lansia di Kaltim.

"Kunjungan kerja KH Muslihuddin Abdurassyid ke Kaltim sangat tepat, apalagi menjaring aspirasi terkait rencana revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Lansia. Sekalian kita sampaikan ide-ide baru salah satunya pendirian Kampung Lansia di Kaltim, kita harapkan aspirasi tersebut bisa diusulkan Pak Muslihuddin Abdurrasyid saat pembahasan revisi Undang-Undang tentang Lansia di Pusat," kata Halda.

Untuk program Lansia, lanjut Halda sebenarnya sudah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kaltim, bahkan saat ini Komisi Daerah (Komda) tentang Lansia juga sudah ada, hanya saja belum bersinergi dengan lintas sektor, makanya saat rapat diusulkan Biro Sosial bisa menjembatani dan merangkul semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada kaitannya dengan tugas dan fungsi tentang Lasia. "Kita harus gaungkan sehingga setiap kelurahan maupun kecamatan di setiap kabupaten dan kota untuk membentuk kelompok Lansia, sehingga daerah bisa berperan untuk membantu penanganan terhadap Lansia, seperti yang dilakukan Walikota Surabaya," kata Halda Arsyad.

Untuk mewujudkan lansia bahagia yang tetap produktif, individu yang bahagia mencapai tingkat spiritualitas pada kategori tinggi dengan memiliki dimensi religiusitas, kedamaian hidup, makna dan tujuan hidup, optimisme, antisipasi masa depan, dan nilai-nilai untuk membimbing hidup serta pembuatan keputusan. Untuk mencapai kondisi lansia berkualitas tersebut diperlukan persiapan dan pembentukan yang terencana sejak dini, mulai dari tingkat balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Kematangan spiritualitas untuk dapat meraih kebahagiaan di usia lansia tidaklah terjadi begitu saja seperti menunggu durian runtuh, namun benar-benar harus dipersiapkan secara serius semenjak dini.

Sementara KH Muslihuddin Abdurrasyid mengatakan semua aspirasi dan masukan akan ditampung dan akan disampaikan saat pembahasan isi UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Lansia, dan diharapkan daerah atau provinsi lain juga menyampaikan hal yang sama yaitu memberikan masukan-masukan dalam upaya penanganan lansia secara tepat. (DKP3AKaltim/rdg)