DKP3A Kaltim : Tingkatkan Peran Perempuan Dalam Politik dan Jabatan Publik

By: dela dkp3a
Rabu, 02 Mei 2018
26 pembaca
Samarinda – Pemilu legislatif 2014-2019 mulai tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota semakin menurun. Dari jumlah keseluruhan 55 orang, anggota DPRD perempuan Kaltim hanya 6 orang atau sebesar 11 persen. Sementara anggota DPRD laki-laki Kaltim sebanyak 49 orang atau 89 persen, lebih rendah dari pemilu sebelumnya.

Berdasarkan fenomena tersebut, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menginisiasi kegiatan Perumusan Kebijakan Peningkatan Peran Perempuan Dalam Politik dan Jabatan Publik dengan tema Meningkatkan Kualitas Calon Anggota Legislatif Perempuan Pada Pemilu 2019 di Kaltim, bertempat di Ballroom 2 Hotel Midtown Samarinda, Senin (30/4).

Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, dalam sambutannya mengatakan di era reformasi ini, perempuan sudah mendapat tempat dan kesempatan yang luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu pula dalam bidang politik khususnya kemampuan menjadi wakil masyarakat di parlemen.

“Potensi perempuan di Kaltim antara lain ditunjukkan dengan jumlah penduduk Kaltim sebesar 3,5 juta jiwa yang hampir sebanding dengan laki-laki yaitu 52,55 persen laki-laki berbanding 47,45 persen perempuan,” ujarnya.

Meskipun potensi dan kesempatan ada, banyak anggapan bahwa politik tidak pantas untuk perempuan. Anggapan demikian tentu tidak semuanya benar. Emansipasi yang didengungkan sejak lama, telah mengubah cakrawala pandangan perempuan yang ingin maju dan sejajar dengan laki-laki. Justru partisipasi perempuan sangat ditunggu untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Harapannya melalui kegiatan ini, perempuan dapat mempersiapkan diri dengan terus meningkatkan kualitas individu dalam ilmu pengetahuan, kemampuan berorganisasi dan memimpin sehingga memiliki kapasitas dan kapabilitas baik sebagai pemimpin maupun pejabat publik lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kasi Kesetaraan Gender Bidang Politik dan Hukum Kholid Budhaeri, dalam laporannya selaku panitia kegiatan mengatakan hasil yang diharapkan dapat meningkatnya jumlah perempuan yang terlibat dan berpartisipasi dalam politik untk pembangunan. “Serta meningkatnya keterwakilan perempuan di DPR dan DPRD khususnya wakil dari Kaltim untuk kuota 30 persen atau setidaknya mendekati,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti sedikitnya 50 peserta terdiri dari KPPI Kaltim, perwakilan parpol peserta Pemilu 2019 dan lembaga masyarakat pemerhati perempuan dan anak.

Selain pemberian materi Strategi Kampanye dan Strategi Perolehan Suara Minimal oleh Asdep Kesetaraan Gender Bidang Polhukam KPPPA Darsono Sudibyo dan Prosedur, Tata Cara dan eraturan Kampanye oleh Ketua KPU Kaltim M Taufik. Kegiatan juga diselingi dengan praktek cara menghitung perolehan suara. (dkp3a/rdg)