DKP3A Kaltim : PPEP Melalui Penyuluhan Bagi Kepala Rumah Tangga Perempuan

By: dela dkp3a
Senin, 21 Mei 2018
49 pembaca
Bontang – Sebanyak 132.540 jiwa atau 8,1 persen dari jumlah penduduk perempuan Kaltim berstatus sebagai kepala rumah tangga yang secara umum berasal dari keluarga miskin dan berpendidikan rendah. Rata-rata pekerjaan yang digeluti adalah sektor informal yang tidak membutuhkan keahlian tertentu seperti pembantu rumah tangga, buruh dan sebagainya, berusia 45 tahun keatas.

Kepala Dinas Kepndudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, melalui Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, mengatakan tiga alasan perlu dilaksanakannya kebijakan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan (PPEP) yaitu pemenuhan hak ekonomi perempuan, kontribusi perempuan terhadap peningkatan pendapatan keluarga sudah menjadi kebutuhan, dan pengembangan produktivitas ekonomi perempuan Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendukung ketahan ekonomi Indonesia.

Kegiatan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan sudah dilaksanakan sejak 2004 – 2014. Kebijakan Pengembangan Industri Rumahan (IR) melalui sistem ekonomi rumah tangga adalah lanjutan PPEP dalam kurun waktu 2016 – 2019.

“2016 penguatan PPEP berfokus pada ketenagakerjaan dan UKM, 2017 penguatan IR pada kualitas melalui iptek, 2018 pengembangan IR pada akses pembiayaan, dan 2019 peningkatan IR untuk masuk menjadi usaha kecil berkualitas,” ujarnya.

Ia menyebutkan tantangan yang dihadapi adalah minimnya pendidikan/keterampilan kewirausahaan / entrepreneur bagi angkatan kerja sehingga kurang mampu membuka lapangan kerja baru. Permasalahan perempuan dalam pengolahan hasil perikanan atau pertanian yang tidak berkembang dengan baik dan pengurangan resiko perempuan untuk masuk lapangan kerja tanpa persiapan dan ketrampilan yang cukup.

Maka upaya untuk pengembangan IR berupa kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota agar pertumbuhan IR dapat terpantau dan diketahui perkembangannya. Selain itu peningkatan pendampingan lintas sektor secara berkelanjutan, untuk peningkatan kualitas produk, inovasi baru, dan jejaring untuk pemasaran produk.

“Contoh nyata yang telah kita lakukan adalah dengan mengadakan Penyuluhan Bagi Kepala Rumah Tangga Perempuan Dalam Membangun Keluarga di Bidang Ekonomi, diikuti sebanyak 50 peserta dari 15 kelurahan di Kota Bontang, berlangsung di Kantor Kelurahan Bontang Baru, Senin 14 Maret 2018,” katanya.

Diharapkan dapat meningkatkan akses kelompok perempuan rumah tangga terhadap informasi teknologi tepat guna dan berbagai sumber pembiayaan. Meningkatkan sumbangan pendapatan perempuan, menumbuhkan pelaku wirausaha baru khususnya perempuan.

Narasumber pada kegiatan ini antara lain Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, dengan materi Kebijakan Pemprov Kaltim bagi Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan dalam Mengembangkan Industri Rumahan, dan Tenaga Pendamping Disperindagkop Kota Bontang dengan materi praktek pembuatan Empek-empek. (dkp3a/rdg)