Diharapkan Mahasiswa Jadi Agen Dengungkan Three Ends Sebagai Gerakan Semesta

By: dela dkp3a
Senin, 04 Jun 2018
74 pembaca
Samarinda – Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menerima kunjungan studi dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Mulawarman Samarinda, Rabu (30/5).

Kunjungan tersebut dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Sosial pada Prodi Pembangunan Sosial.

Ketua kelompok rombongan Apri Wiyantari mengatakan tujuan kunjungan studi ini untuk mengetahui program apa saja yang ada di Dinas KP3A. “Selain itu mencari informasi kekerasan perempuan dan human trafficking yang ada di Samarinda, serta bagaimana prosedur pelaporan bila terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, mengatakan tentunya DKP3A Kaltim berupaya mewujudkan keluarga sejahtera dan mandiri yang merata berbasis kesetaraan dan keadilan gender.

Dikatakan, terdapat 1154 kekerasan di Kaltim selama kurun waktu 2016-2017. “499 kasus pada 2016 dan 655 kasus pada 2017 baik anak-anak maupun dewasa,” ujarnya.

Sementara untuk human trafficking atau perdagangan orang, sejak berpisahnya Kalimantan Utara (Kaltara) dari Kaltim, Kaltim tak lagi menjadi tujuan perdagangan orang, melainkan menjadi tempat transit untuk menuju Kaltara. Hal ini tetap menjadi perhatian yang serius Pemprov Kaltim untuk memberantas tindak kekerasan dan tindak perdagangan orang.

Maret 2016 lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengenalkan program terobosan dalam upaya mengakhiri kekerasan pada anak dan perempuan. Three Ends , menjadi program yang merangkul semua elemen anak negeri untuk bergerak bersama mengatasi masalah ini. Sesuai namanya, Three Ends sebagai upaya solutif untuk mengakhiri tiga masalah yang selama ini seolah jadi “pekerjaan rumah bersama” yang belum terselesaikan.

Tiga masalah itu yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak ( End Violence Against Women and Children ), mengakhiri perdagangan manusia ( End Human Trafficking ) dan mengakhiri kesenjangan ekonomi ( End Barriers To Economic Justic ).

Sementara untuk prosedur pelaporan bila terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, dapat melalui lembaga layanan DKP3A Kaltim yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) “Odah Etam”.

“P2TP2A merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan di provinsi Kalimantan Timur yang meliputi pelayanan informasi, konsultasi psikologis, hukum, pendampingan dan advokasi, serta pelayanan medis dan rumah aman (Shelter) melalui rujukan sacara gratis,” imbuh Mahrita.

Ia berharap setelah kunjungan studi ini, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan untuk mendengungkan Three Ends sebagai gerakan semesta. (dkp3a/rdg)